Urutanberikut direkomendasikan untuk pengujian laboratorium klinis selama venipuncture tunggal. Tujuannya adalah untuk menghindari kemungkinan kesalahan hasil tes karena kontaminasi silang dari bahan tambahan tabung seperti antikoagulan. Prosedur ini harus dilakukan jika kita mengambil darah vena dan mengunakan tabung vakum berbahan plastik.
Salahsatu fungsi pembuluh darah pada kulit yaitu pembuluh darah arteri. Fungsi pembuluh darah arteri yang paling utama adalah membawa darah yang kaya oksigen dari jantung ke seluruh tubuh. Arteri sendiri terdiri dari tiga lapisan, lapisan tertular merupakan jaringan keras, lapisan tengah adalah otot yang membuatnya elastis dan kuat.
Darah Darah adalah salah satu organ yang sangat vital kegunaannya dalam sistem peredaran darah manusia. Zat yang berwarna merah ini memiliki banyak fungsi, salah satunya adalah mengangkut nutrisi, oksigen, hormon, antibodi dan berbagai zat lainnya seluruh bagian tubuh. Manusia memiliki 2 bagian utama dalam darah, yaitu: plasma dan sel darah.
TabungReaksi - Halo sobat pembaca artikel alat laboratorium, semoga anda semua sehat selalu ya. kali ini penulis akan membahas mengenai peralatan gelas yang paling sering digunakan. Alat gelas yang satu ini merupakan pendukung dari pekerjaan kita di laboratorium. Apakah alat gelas itu? Yap, tabung reaksi.Kita simak fungsi dan kegunannya di bawah ini yuk.
. URUTAN PENGGUNAAN TABUNG VAKUM 1. Tabung untuk KULTUR DARAH atau test lain dengan spesimen steril Berikutnya 2. tabung tertutup Merah atau Abu - Abu tanpa zat tambahan dan gel pemisah digunakan untuk pemeriksaan Kimiawi. 3. Tabung bertutup Biru Terang Zat aditif Natirum Sitrat atau tabung untuk tes koaglasi, digunakan untuk pemeriksaan Hematologi. Khususnya untuk pemeriksaan fibrinogen, tabung vacum harus pas dengan garis saat pengambilan darah. 4. Tabung bertutup Hijau bertutup Ungu Zat Aditif EDTA, digunakan untuk pemeriksaan Hematologi Rutin. 6. Tabung bertutup Abu - Abu zat aditif K-Oksalat/Na Fluorida Sumber Bacaan RS. Immanuel Bandung Tabung tutup merah. Tabung ini tanpa penambahan zat additive, darah akan menjadi beku dan serum dipisahkan dengan pemusingan. Umumnya digunakan untuk pemeriksaan kimia darah, imunologi, serologi dan bank darah crossmatching test Tabung tutup kuning. Tabung ini berisi gel separator serum separator tube/SST yang fungsinya memisahkan serum dan sel darah. Setelah pemusingan, serum akan berada di bagian atas gel dan sel darah berada di bawah gel. Umumnya digunakan untuk pemeriksaan kimia darah, imunologi dan serologi Tabung tutup hijau terang. Tabung ini berisi gel separator plasma separator tube/PST dengan antikoagulan lithium heparin. Setelah pemusingan, plasma akan berada di bagian atas gel dan sel darah berada di bawah gel. Umumnya digunakan untuk pemeriksaan kimia darah. Tabung tutup ungu atau lavender. Tabung ini berisi EDTA. Umumnya digunakan untuk pemeriksaan darah lengkap dan bank darah crossmatch Tabung tutup biru. Tabung ini berisi natrium sitrat. Umumnya digunakan untuk pemeriksaan koagulasi mis. PPT, APTT Tabung tutup hijau. Tabung ini berisi natrium atau lithium heparin, umumnya digunakan untuk pemeriksaan fragilitas osmotik eritrosit, kimia darah. Tabung tutup biru gelap. Tabung ini berisi EDTA yang bebas logam, umumnya digunakan untuk pemeriksaan trace element zink, copper, mercury dan toksikologi. Tabung tutup abu-abu terang. Tabung ini berisi natrium fluoride dan kalium oksalat, digunakan untuk pemeriksaan glukosa. Tabung tutup hitam. berisi bufer sodium sitrat, digunakan untuk pemeriksaan LED ESR. Tabung tutup pink. berisi potassium EDTA, digunakan untuk pemeriksaan imunohematologi. Tabung tutup putih. potassium EDTA, digunakan untuk pemeriksaan molekuler/PCR dan bDNA. Tabung tutup kuning dengan warna hitam di bagian atas. berisi media biakan, digunakan untuk pemeriksaan mikrobiologi - aerob, anaerob dan jamur Sumber
– Darah memainkan peranan penting dalam tubuh manusia. Darah terdiri dari beberapa komponen dengan fungsi yang berbeda-beda. Apa saja komponen darah dan fungsinya? Berikut adalah penjelasannya! Darah tersusun dari 4 komponen utama yaitu plasma, sel darah merah, sel darah putih, dan Persentase komponen penyusun darah Plasma Plasma adalah komponen penyusun darah terbesar, menyumbang sekitar 55 persen dari total darah. Sekitar 92 persen plasma adalah air, sehingga plasma kerap disebut sebagai komponen cair darah. Adapun dilansir dari Medical News Today, sisa 8 persennya meliputi Glukosa Hormon Protein Lemak Vitamin Ion Serum Garam mineral Baca juga Sel Darah Tubuh dan JenisnyaKandungan zat yang banyak dalam plasma, membuatnya memegang peranan penting dalam menjaga fungsi tubuh manusia. Beberapa fungsi plasma dalam darah adalah Menjaga keseimbangan pH. Membantu pembekuan darah. Menjaga keseimbangan tekanan osmotik. Mengenali dan melawan patogen penyebab penyakit. Membawa nutrisi, protein, asam lemak, dan juga hormon. Membawa dan membantu membuang produk limbah dari tubuh. Sel darah merah Komponen penyusun darah selanjutnya adalah sel darah merah yang menempati sekitar 40 persen bagian dari darah. Sel darah merah atau eritrosit adalah sel khusus berukuran kecil sekitar 7 hingga 8 mikrometer dan berbentuk piringan yang sedikit menjorok ke dalam. Fungsi utama sel darah merah adalah mengangkut oksigen dan karbon dioksida dari paru-paru ke seluruh tubuh dan sebaliknya. Baca juga Sistem Peredaran Darah Manusia Pada darah manusia, sel darah merah tidak memiliki nukleus dan juga mitokondria. Dilansir dari Khan Academy, hal tersebut membuat sel darah merah tidak menggunakan oksigen yang dibawanya. Sehingga, memaksimalkan jumlah oksigen yang dikirim ke jaringan tubuh. Disebut sel darah merah, karena mengandung hemoglobin yang memberikan warna merah. Hemoglobinlah yang mengikat oksigen dalam sel darah merah.
Laki-laki 4,32-5,72 juta sel per mikroliter darah Perempuan 3,90-5,03 juta sel per mikroliter darah Sementara itu, kadar normal hemoglobin dan hematokrit normal adalah Hemoglobin Sebesar 132-166 gram per liter laki-laki dan 116-150 gram per liter perempuan Hematokrit Sebesar 38,3-48,6 persen laki-laki dan 35,5-44,9 persen perempuan Selain memberikan warna merah yang khas, hemoglobin juga bertugas dalam membantu eritrosit membawa oksigen dari paru-paru untuk diedarkan ke seluruh tubuh, serta mengangkut kembali karbon dioksida dari seluruh tubuh ke paru-paru untuk dikeluarkan. Persentase volume darah keseluruhan yang terdiri dari sel-sel darah merah disebut hematokrit. Sel darah merah terbentuk di sumsum tulang belakang dan dikendalikan oleh hormon yang terutama diproduksi oleh ginjal, yaitu eritropoietin. Sel darah merah akan mengalami proses pematangan selama tujuh hari di sumsum tulang baru kemudian dilepaskan ke aliran darah. Umumnya, masa hidup sel darah merah hanya bertahan sekitar empat bulan atau 120 hari. Selama masa itu, tubuh akan secara teratur mengganti dan memproduksi sel darah merah baru. 2. Sel darah putih leukosit Dibandingkan dengan sel darah merah, sel darah putih memiliki jumlah yang jauh lebih sedikit dalam seluruh komposisi. Meski begitu, komponen darah ini mengemban tugas yang tidak main-main, yakni melawan infeksi virus, bakteri, jamur yang memicu perkembangan penyakit. Hal ini karena sel darah putih memproduksi antibodi yang akan membantu memerangi zat asing tersebut. Normalnya, jumlah sel darah putih pada orang dewasa adalah sel per mikroliter darah, yang terdiri atas beberapa jenis. Berikut jenis-jenis sel darah putih yang diproduksi oleh sumsum tulang, lengkap dengan persentase normalnya pada orang dewasa Neutrofil 50-60 persen Limfosit 20-40 persen Monosit 2-9 persen Eosinofil 1-4 persen Basofil 0,5-2 persen Semuanya memiliki tugas yang sama untuk menjaga sistem kekebalan tubuh. Masa hidup sel darah putih pun cukup lama, bisa dalam hitungan hari, bulan, hingga tahun, tergantung jenisnya. 3. Trombosit keping darah/platelet Sumber Net Doctor Sedikit berbeda dengan sel darah putih dan merah, trombosit sebenarnya bukan sel. Trombosit atau kadang disebut juga keping darah adalah sebuah fragmen sel berukuran kecil. Komponen darah yang satu ini juga disebut sebagai keping darah. Trombosit memiliki peran penting dalam proses pembekuan darah koagulasi saat tubuh terluka. Tepatnya, trombosit akan membentuk sumbatan bersama benang fibrin guna menghentikan perdarahan, sekaligus merangsang pertumbuhan jaringan baru di area luka. Jumlah trombosit normal di dalam darah, yaitu antara trombosit per mikroliter darah. Jika jumlah trombosit lebih tinggi dari kisaran normal, dapat mengakibatkan pembekuan darah yang tidak diperlukan. Akhirnya, bisa berisiko menimbulkan penyakit stroke dan serangan jantung. Sementara, bila seseorang kekurangan jumlah trombosit dalam darah, maka akan menyebabkan perdarahan hebat karena darah sulit membeku. 4. Plasma darah Plasma darah merupakan komponen darah yang berbentuk cairan. Darah di dalam tubuh Anda, sekitar 55-60 persennya adalah plasma darah. Plasma darah sendiri tersusun dari air kurang lebih 92%, dan 8% sisanya merupakan karbon dioksida, glukosa, asam amino protein, vitamin, lemak, serta garam mineral. Tugas utama plasma darah adalah mengangkut sel-sel darah, untuk kemudian diedarkan ke seluruh tubuh bersama nutrisi, hasil limbah tubuh, antibodi, protein pembeku faktor koagulasi, serta bahan kimia seperti hormon dan protein yang bantu menjaga keseimbangan cairan tubuh. Protein pembeku yang dibawa oleh plasma ini nantinya akan bekerja bersama trombosit sebagai faktor pembekuan koagulasi dalam proses pembekuan darah. Selain mengedarkan berbagai bahan penting, plasma darah juga berfungsi untuk menyeimbangkan volume darah serta kadar elektrolit garam, termasuk natrium, kalsium, kalium, magnesium, klorida, dan bikarbonat. Keempat komponen darah yang telah disebutkan memiliki peran yang sangat penting untuk kehidupan Anda. Oleh karena itu, jagalah kesehatan Anda untuk mencegah berbagai penyakit yang berkaitan dengan darah. Salah satunya dengan menjalani pola hidup sehat. —
gambar urutan tabung darah beserta kegunaannya